Sepuluh rahmat untuk satu shalawat
Nabi ﷺ bersabda: barangsiapa bershalawat kepadanya satu kali, Allah melimpahkan sepuluh rahmat, mengampuni sepuluh kesalahan dan mengangkatnya sepuluh derajat.
Shalawat Taj
Allah berfirman: "Sungguh, Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi" (QS Al-Ahzab: 56). Darood e Taj adalah salah satu bentuk cinta yang paling dicintai — dibaca selama lima abad oleh ulama, wali dan para pencari.
Nabi ﷺ bersabda: barangsiapa bershalawat kepadanya satu kali, Allah melimpahkan sepuluh rahmat, mengampuni sepuluh kesalahan dan mengangkatnya sepuluh derajat.
Doa ini menyebut Nabi ﷺ sebagai penolak musibah, wabah, kemarau, penyakit dan pederitaan — karena itu komunitas Muslim lama menjadikannya perlindungan di masa sulit.
"Orang yang paling dekat denganku pada hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku." Membaca secara rutin membangun kedekatan itu.
Tradisi klasik menyebut banyaknya shalawat melembutkan hati, menghilangkan kecemasan dan menghapus kesalahan — hal yang dirasakan para pelakunya berulang kali.
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian disampaikan kepadaku." Banyak pembaca memberi perhatian khusus pada bacaan Jumat.
Ulama empat mazhab menganjurkan mengapit doa pribadi dengan shalawat, karena doa yang disertai pujian atas Nabi ﷺ lebih mudah dikabulkan.